Author: Alfi Laila Zuhriansyah

Banda Aceh, 5 Mei 2025 – Dalam upaya mendukung pelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya ekosistem pesisir, Departemen Kehutanan FP USK bersama Pemuda Peduli Mangrove Kutaraja (PEMANGKU) mengadakan kegiatan Pengabdian dengan tema “Rehabilitasi Ekosistem Pesisir di Kawasan Mangrove” yang telah sukses dilaksanakan pada tanggal 3 – 4 Mei 2025 di Mangrove Park Lampulo, Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh.

Kegiatan ini melibatkan PEMANGKU dan akademisi dengan fokus pada dua agenda utama:

1. Pengenalan Ekosistem Mangrove dan potensinya – memberikan pemahaman tentang fungsi ekologis, manfaat ekonomi, dan peran sosial mangrove dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir.

2. Pengenalan Kegiatan Perlindungan Ekosistem Mangrove – memperkenalkan strategi pelestarian serta aksi nyata dalam menjaga dan merehabilitasi hutan mangrove dari ancaman kerusakan, termasuk di dalamnya kegiatan seleksi bibit mangrove, penanaman bibit mangrove, serta monitoring dan evaluasi hasil kegiatan rehabilitasi.

Menurut panitia pelaksana, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mengurangi dampak kerusakan ekosistem pesisir sekaligus memperkuat kolaborasi antara Masyarakat dan akademisi dalam menjaga lingkungan hidup. Kegiatan dibuka oleh ketua Departemen Kehutanan FP USK, Dr. Ir. Dahlan, S.Hut., M.Si., IPU. Kegiatan dilanjutkan dengan materi oleh para narasumber

“Mangrove bukan hanya penyangga kehidupan pesisir. Khususnya di Aceh, mangrove juga benteng alami yang melindungi masyarakat dari abrasi dan tsunami. Dengan kegiatan rehabilitasi kawasan mangrove ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran sekaligus mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam menjaga keberlanjutan mangrove. Namun demikian, kegiatan rehabilitasi akan memerlukan monitoring kesehatan tanaman mangrove untuk mendukung keberhasilan kegiatan rehabilitasi,” ujar Prof. Dr. Ir. Ashabul Anhar, M.Sc selaku narasumber.

Selain sesi pengenalan Mangrove Park Lampulo, kegiatan ini juga dirangkai dengan  penanaman mangrove secara simbolis.

Melalui program ini, penyelenggara berharap akan bertambahnya masyarakat yang semakin memahami bahwa pelestarian ekosistem mangrove merupakan investasi jangka panjang untuk keberlanjutan lingkungan.

Categories:

Comments are closed

Komentar Terbaru

No comments to show.
Recent Comments