Mahasiswa Kehutanan Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan penanaman mangrove di kawasan pesisir Baitussalam, Aceh Besar pada 14 September 2025. Kegiatan ini merupakan kegiatan Himpunan Mahasiswa Kehutanan USK (Himasylva) yang memiliki teman Pecinta Alam Pesisir “Bersama Jaga Pantai, Bawa Pulang Sampahmu, Tinggalkan Kebaikan”. Kegiatan ini juga didampingi oleh dosen kehutanan sebagai pendamping sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pesisir di Aceh yang rentan mengalami abrasi. Sebanyak 500 bibit mangrove berjenis Rhizopora berhasil ditanam dalam kegiatan ini sebagai kontribusi nyata dalam mendukung pelestarian ekosistem pantai sekaligus mendukung program rehabilitasi hutan mangrove di Aceh.
Mangrove memiliki fungsi ekologis yang sangat penting. Akar mangrove yang kokoh mampu menahan ombak dan mencegah erosi pantai, sementara tajuknya menyediakan habitat bagi berbagai biota pesisir seperti ikan, udang, kepiting, dan burung air. Dengan demikian, menanam mangrove berarti menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung sumber penghidupan masyarakat pesisir yang bergantung pada hasil laut.

Dalam kegiatan ini, bibit yang ditanam berasal dari jenis Rhizopora ceriops dan Rhizopora mucronate. Menurut ketua panitia Muhammad Nabil As Shabir, pemilihan kedua jenis ini dilakukan berdasarkan kesesuaian lokasi penanaman. Hal ini menunjukan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat dimbolis, tetapi juga memperhatikan aspek teknis dan keberlanjutan ekosistem.
Bagi mahasiswa kehutanan, kegiatan ini bukan hanya sekadar penanaman, tetapi juga pengalaman lapangan yang berharga. Mahasiswa belajar langsung mengenai teknik penanaman mangrove yang baik, mulai dari pemilihan lokasi, Pengenalan jenis bibit mangrove, pengaturan jarak tanam, hingga tata cara perawatan awal seperti pemberian pasak, dan lainnya. Aktivitas ini juga menjadi sarana praktik dari teori yang dipelajari selama perkuliahan mengenai konservasi dan pengelolaan ekosistem pesisir.
Penanaman mangrove di Baitussalam diharapkan dapat memberikan manfaat seperti menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya konservasi. Dengan keterlibatan mahasiswa kehutanan USK, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk ikut serta melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan kerusakan ekosistem.
Mangrove yang tumbuh subur kelak akan menjadi benteng alami yang melindungi kawasan pesisir sekaligus menjadi Warisan Berharga Bagi Generasi Mendatang.

Comments are closed